FRUIT FLIES (DIPTERA: TEPHRITIDAE) DIVERSITY IN HORTICULTURAL FARM OF MERAWANG SUB-DISTRICT, BANGKA DISTRICT, BANGKA BELITUNG ISLANDS

Authors

  • Rahayu Supratiwi Bangka Belitung University
  • Rion Apriyadi Bangka Belitung University
  • Euis Asriani Bangka Belitung University

DOI:

https://doi.org/10.23960/j.hptt.12061-70

Keywords:

cue lure, diversity, fruit flies, metyl eugenol

Abstract

Fruit flies (Diptera: Tephritidae) are main pests in fruit and vegetable cultivation. There are 4000 species offruit flies in the world and 35% of them are important pests, including commercial fruits that have high economic value.Merawang District is one of the centers of horticultural production, especially fruits and vegetables. One of the threats to theproduction of horticultural commodities is the attack of fruit flies. The purpose of this study was to determine the diversity,distribution, and types of fruit flies in horticultural crops in Merawang Sub-District, Bangka District. The research wasconducted in descriptive method, in this case, the survey method was also used. The sampling was done in purposivesampling method. In total, 1248 specimen of fruit flies were collected by using different attractant traps and identified. Themethyl eugenol (ME) and cue lure (CUE) attractants trapped 1076 and 172 specimens, respectively. The diversity of fruit fliesin Merawang Sub-District was relatively low, in total 9 species fruit flies were observed and identified as Bactrocera dorsalis(Hendel), B. umbrosa (Fabricius),  B. carambolae (Drew & Hancock), B. occipitalis (Bezzi), Zeugodacus cucurbitae (Coquillett),B. albistrigata (de Meijer), Z. caudata (Fabricius), B. limbifera (Bezzi), and Dacus nanggalae (Drew & Hancock). The speciesdominant observed at the study site were B. dorsalis (Hendel), B. carambolae (Drew & Hancock), and B. occipitalis (Bezzi).Air Anyir Village was the highest number of fruit flies species.

Author Biographies

Rahayu Supratiwi, Bangka Belitung University

Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology

Rion Apriyadi, Bangka Belitung University

Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology

Euis Asriani, Bangka Belitung University

Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology

References

Aluja M & Norrbom AL. 1999. Fruit Flies (Tephritidae): Phylogeny and Evolution of Behavior. CRC Press, Washington.

Armansyah. 2014. Penyebaran lalat buah (Diptera : Tephritidae) di Kabupaten Rokan Hilir. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru.

Astriyani NKNK. 2014. Keragaman dan dinamika populasi lalat buah (Diptera: Tephritidae) yang menyerang tanaman buah-buahan di Bali. Thesis. Universitas Udayana. Bali.

Astriyani NKNK, Supartha IW, & Sudiarta IP. 2016. Kelimpahan populasi dan persentase serangan lalat buah yang menyerang tanaman buah-buahan di Bali. J. Agric. Sci. Biotechnol. 1(5): 19–27.

Badan Pusat Statistika (BPS). 2017. Kecamatan Merawang dalam angka. Badan Pusat Statistika, Kabupaten Bangka.

Doorenweerd C, Leblanc L, Norrbom AL, Jose MS, & Rubinoff D. 2018. A global checklist of the 932 fruit fly species in the tribe Dacini (Diptera, Tephritidae). ZooKeys 730: 19–56.

Freidberg A, Kovac D, & Shiao SF. 2017. A revision of Ichneumonopsis Hardy, 1973 (Diptera: Tephritidae: Dacinae: Gastrozonini), oriental bamboo-shoot fruit flies. Eur. J. Taxon. 317: 1–23.

Ginting R. 2009. Keanekaragaman lalat buah (Diptera: Tephritidae) di Jakarta, Depok, dan Bogor sebagai bahan kajian penyusunan analisis risiko hama. Thesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Hasyim A, Setiawati W, & Liferdi L. 2014. Teknologi pengendalian hama lalat buah pada tanaman cabai. Iptek Hortikultura. 10: 20–25.

Heriza S. 2017. Dinamika populasi lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman buah-buahan di Kabupaten Dharmasraya. Agrin. 21(1): 59–70.

Himawan T, Wijayanto P, & Karindah S. 2013. Pengaruh beberapa aroma buah terhadap preferensi oviposisi Bactrocera carambolae Drew dan Hancock (Diptera: Tephritidae). Jurnal HPT. 1(2): 72–79.

Isnaini YN. 2013. Identifikasi spesies dan kelimpahan lalat buah Bactrocera spp. di Kabupaten Demak. Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Khaeruddin. 2015. Identifikasi lalat buah (Diptera: Tephritidae) di beberapa Kabupaten di Provinsi Sulewesi Barat. Thesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Larasati A, Hidayat P, & Buchori D. 2013. Keanekaragaman dan persebaran lalat buah Tribe Dacini (Diptera: Tephritidae) di Kabupaten Bogor dan sekitarnya. JEI. 10(2): 51–59.

Larasati A, Hidayat P, & Buchori D. 2016. Kunci identifikasi lalat buah (Diptera: Tephritidae) di Kabupaten Bogor dan sekitarnya. JEI. 13(1): 49–61.

Manurung B, Prastowo P, & Tarigan EE. 2012. Pola aktivitas harian dan dinamika populasi lalat buah Bactrocera dorsalis complex pada pertanaman jeruk di dataran tinggi Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. J. HPT Tropika. 12(2): 103–110.

Micheal P. 1994. Metode ekologi untuk penyelidikan ladang dan laboratorium. Universitas Indonesia, Jakarta.

Muryati, Hasyim A, & Riska. 2008. Preferensi spesies lalat buah terhadap atraktan metil eugenol dan cue-lure dan populasinya di Sumatera Barat dan Riau. J. Hort. 18(2): 227–233.

Nawawi R. 2018. Kelimpahan lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada berbagai jenis buah-buahan yang terdapat di Pasar Tugu Bandar Lampung. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung.

Nurfarida T. 2017. Kelimpahan dan Keanekaragaman Lalat Buah Bactrocera sp. (Diptera: tephritidae) di Pantai Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Skripsi. Universitas Pasundan, Bandung.

Patty JA. 2012. Efektivitas metil eugenol terhadap penangkapan lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada pertanaman cabai. Agrologia. 1(1): 69–75.

Plant Health Australia. 2018. The Australian Handbook for the Identification of Fruit Flies. Version 3.1. Plant Health Australian, Canberra.

Pramudi MI, Puspitarini RD, & Rahardjo BT. 2013. Keanekaragaman dan kekerabatan lalat buah (Diptera: Tephritidae) di Kalimantan Selatan berdasarkan karakter morfologi dan molekuler (RAPD-PCR dan Sekunsing DNA). J. HPT. Tropika. 13(2): 191–202.

Pujiastuti Y. 2009. Penggunaan atraktan dalam monitoring keanekaragaman spesies dan sebaran lalat buah (Diptera: Tephritidae) pada tanaman buah di berbagai ketinggian tempat. Prosiding Semirata PTN Wilayah Barat Bidang Ilmu Pertanian. pp. 1–8. Universitas Sultan Agung Tirtayasa Serang, Banten.

Rahmanda E. 2017. Identifikasi spesies lalat buah genus Bactrocera (Diptera: Tephritidae) pada komoditas cabai (Capsicum sp.) pasar Bandar Lampung. Skripsi. Universitas Islam Negeri Raden Intan. Lampung.

Rahmawati YP. 2014. Ketertarikan lalat buah Bactrocera sp. pada senyawa atraktan yang mengandung campuran protein dan metil eugenol. Skripsi. Universitas Negeri Semarang, Semarang

Saragih MT. 2018. Keanekaragaman jenis semut (Hymenoptera: Formicidae) di kawasan Air Terjun Desa Dalil Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka. Skripsi. Universitas Bangka Belitung. Balunijuk.

Sarjan M, Yulistiono H, & Haryanto H. 2010. Kelimpahan dan komposisi spesies lalat buah pada lahan kering di Kabupaten Lombok Barat. Crop Agro, Scientific Journal of Agronomy 3(2): 103–112.

Silitonga FRH. 2018. Keanekaragaman jenis kumbang (Coleoptera) di kawasan Air Terjun Bukit Maras Desa Dalil Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka. Skripsi. Universitas Bangka Belitung. Balunijuk.

Susanto A, Supriyadi Y, Tohidin, Susniati N, & Hafizh V. 2017. Fluktuasi populasi lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) pada pertanaman cabai merah (Capsicum annuum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Jurnal Agrikultura 28(3): 141–150.

Vargas RI, Shelly TE, Leblanc L, & Piñero JC. 2010. Recent advances in methyl eugenol and cue-lure technologies for fruit fly detection, monitoring and control in Hawaii. Vitam. Horm. 83: 575–595.

Downloads

Published

2020-03-11
Read Counter : 127 times
PDF Download : 46 times